Kajen, 7 Februari 2026 – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Pekalongan menggelar Bimbingan Teknis SATUMU di SMK Muhammadiyah Kajen. Peserta terdiri dari verifikator dan agen SATUMU dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) serta perwakilan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) se-Kabupaten Pekalongan.
Ketua Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PDM Kabupaten Pekalongan, Ady Widiyanto, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan fasilitasi dari PDM agar verifikator dan agen di tingkat cabang dan ranting memahami serta mampu menjalankan aplikasi SATUMU dengan baik.
Ketua PDM Kabupaten Pekalongan, K.H. Drs. Mulyono, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh cabang dan ranting yang telah menjadi ujung tombak dakwah Muhammadiyah. Ia menekankan bahwa Muhammadiyah sebagai organisasi dakwah dan tajdid harus mampu mengikuti perkembangan teknologi.

“Aplikasi MASA dan SATUMU adalah cerminan wajah Muhammadiyah yang rapi, akuntabel, dan berkemajuan. e-KTAM bukan sekadar kartu, melainkan identitas biologis sekaligus identitas organisasi Muhammadiyah,” ujarnya.
Beliau menambahkan bahwa digitalisasi data melalui SATUMU akan menjadi fondasi penting bagi tata kelola organisasi yang lebih modern.
“Harapannya, ke depan Muhammadiyah memiliki basis data yang tertata rapi dan akuntabel. Dengan sistem ini, kita bisa memastikan bahwa setiap anggota tercatat dengan baik, sehingga dakwah dan gerakan Muhammadiyah semakin terarah dan berdaya guna,” tegas Mulyono.
Sholichin dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah saat memberikan materi
Sebagai narasumber, Sholichin dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah memberikan penjelasan teknis mengenai fungsi dan penggunaan aplikasi MASA dan SATUMU. Ia menjelaskan bahwa aplikasi ini bukan hanya alat administrasi, tetapi juga sarana untuk memperkuat identitas organisasi.

“SATUMU membantu kita memastikan data anggota terintegrasi dengan baik. Dengan sistem ini, cabang dan ranting bisa lebih mudah melakukan verifikasi, sehingga pelayanan organisasi menjadi lebih cepat, tepat, dan transparan,” jelas Sholichin.
Sholichin juga menekankan pentingnya pemahaman teknis bagi para verifikator dan agen SATUMU.
“Jika aplikasi ini dijalankan dengan benar, maka akan tercipta tata kelola organisasi yang modern. Data yang akurat akan mendukung pengambilan keputusan strategis, sekaligus memperlihatkan wajah Muhammadiyah yang berkemajuan,” tambahnya.
Tjahjono, sekretatis PDM Kabupaten Pekalongan menambahkan bahwa dengan adanya bimbingan teknis ini, PDM Kabupaten Pekalongan berharap seluruh PCM dan PRM mampu mengoptimalkan aplikasi SATUMU sebagai instrumen digitalisasi organisasi, sekaligus memperkuat akuntabilitas dan transparansi data warga Muhammadiyah.(ISB)

