KAJEN, PEKALONGAN – Ikatan Guru Aisyiyah Bustanul Athfal (IGABA) Kabupaten Pekalongan menegaskan komitmennya untuk menjadi organisasi profesi yang kokoh dan berdaya saing. Dalam momentum Halalbihalal yang digelar di Gedung Dakwah Muhammadiyah (GDM) Kajen, Sabtu (11/4/2026), IGABA secara resmi mendeklarasikan gerakan “IGABA Mandiri”.
Acara yang mengusung tema “Kita Perkuat IGABA Mandiri melalui Silaturahmi dan Dialog Interaktif yang Inspiratif” ini dihadiri oleh sedikitnya 420 guru PAUD Aisyiyah dari seluruh pelosok Kabupaten Pekalongan.
Visi Kemandirian dan Profesionalisme
Ketua IGABA Kabupaten Pekalongan, Oktavia Novita, S.Pd.AUD.
Ketua IGABA Kabupaten Pekalongan, Oktavia Novita, S.Pd.AUD., dalam orasinya menekankan bahwa deklarasi ini merupakan langkah besar untuk membawa organisasi ke level yang lebih profesional.
”IGABA Mandiri bukan sekadar slogan, melainkan komitmen kami untuk terus bersinergi dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini. Kami siap berkolaborasi secara mandiri demi membawa anak-anak Indonesia menuju generasi yang berakhlak mulia, berkualitas, dan berkemajuan,” tegas Oktavia.

Ia menambahkan bahwa dengan kemandirian organisasi, diharapkan profesionalisme guru-guru Aisyiyah akan semakin melejit, yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas layanan pendidikan di seluruh TK ABA dan KB Aisyiyah di Pekalongan.
Apresiasi dari Dinas Pendidikan
Langkah strategis IGABA ini mendapat sambutan positif dari Pemerintah Daerah. Perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Pekalongan, Rose Diana, M.Pd., menyebut momen ini sebagai bentuk apresiasi tertinggi bagi para pendidik yang merupakan garda terdepan kualitas bangsa.
”Di tengah tantangan digital yang masif, sinergi untuk meningkatkan kompetensi digital adalah sebuah keharusan. Guru adalah penentu kualitas masa depan anak Indonesia, dan kami sangat mengapresiasi langkah IGABA yang terus berbenah secara mandiri,” ujar Rose Diana.
Anggota IKABA PD Kabupaten Pekalongan
Etika Profesional dalam Dakwah Pendidikan
Selain deklarasi organisasi, ratusan guru ini juga mendapatkan siraman rohani dari M. Mirwan, S.Pd. Dalam tausiyahnya, ia mengingatkan bahwa kemandirian organisasi harus dibarengi dengan kebersihan hati para anggotanya.

Mengutip Surah Ali Imran ayat 133-134, Mirwan mengingatkan pentingnya menjaga hubungan baik antar-rekan kerja. “Dosa terhadap sesama sering kali muncul dari hal remeh seperti menggunjing atau tidak sopan di lingkungan kerja. Mari jadikan semangat mandiri ini sebagai titik balik untuk membersihkan hati dan menguatkan ukhuwah di sekolah masing-masing,” pesannya.
Kegiatan ditutup dengan sesi ramah tamah yang hangat, mempererat ikatan persaudaraan antar-pengurus dan anggota IGABA dari berbagai wilayah di Kabupaten Pekalongan, menandai babak baru pergerakan guru Aisyiyah di “Kota Santri”.

