Friday, July 10, 2026
  • Login
Muhammadiyah Wiradesa
  • Home
  • Organisasi
    • Profil
    • Anggota Pimpinan Cabang
    • Ideologi dan Pedoman
    • Majelis dan Lembaga
    • Organisasi Otonom
    • Amal Usaha
      • Ibadah (masjid dan mushalla)
      • Pendidikan (madrasah, pesantren)
      • Kesehatan
      • Ekonomi
    • Data tanah wakaf
    • Ranting
  • Anggota
    • Data Anggota
    • Registrasi Anggota Wiradesa
    • Pendaftaran KTAM online
  • Kabar Persyarikatan
  • Artikel
    • Hukum Islam
    • Tanya Jawab Agama
    • Kultum
    • Khutbah Jumat
    • Khutbah Id
    • Khutbah Gerhana
    • Khutbah Istisqa
  • Tokoh
  • Video
  • Home
  • Organisasi
    • Profil
    • Anggota Pimpinan Cabang
    • Ideologi dan Pedoman
    • Majelis dan Lembaga
    • Organisasi Otonom
    • Amal Usaha
      • Ibadah (masjid dan mushalla)
      • Pendidikan (madrasah, pesantren)
      • Kesehatan
      • Ekonomi
    • Data tanah wakaf
    • Ranting
  • Anggota
    • Data Anggota
    • Registrasi Anggota Wiradesa
    • Pendaftaran KTAM online
  • Kabar Persyarikatan
  • Artikel
    • Hukum Islam
    • Tanya Jawab Agama
    • Kultum
    • Khutbah Jumat
    • Khutbah Id
    • Khutbah Gerhana
    • Khutbah Istisqa
  • Tokoh
  • Video
No Result
View All Result
Muhammadiyah Wiradesa
No Result
View All Result
Home Amal Usaha Pendidikan (madrasah, pesantren)

Belajar dari Lomba Basyira: Ketika Santri TPQ Diberi Ruang untuk Tumbuh

muhwides by muhwides
January 5, 2026
in Pendidikan (madrasah, pesantren)
0 0
0
LKP2 Wiradesa Gelar Lomba Basyira 1 untuk Santri TPQ Aisyiyah SE Cabang Wiradesa
0
SHARES
27
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Di tengah rutinitas belajar mengaji yang sering kali berlangsung sederhana, kehadiran sebuah lomba bagi santri TPQ kerap dipersepsikan sekadar ajang mencari juara. Padahal, jika dilihat lebih dekat, kegiatan seperti Lomba Basyira 1 (Bakat dan Seni Islami Santri Aisyiyah) Wiradesa justru menyimpan nilai pendidikan yang jauh lebih penting dari sekadar piala.

Lomba yang diselenggarakan oleh LKP2 Wiradesa pada Ahad, 4 Januari 2026, di TPQ Aisyiyah Al-Muttaqien Delegtukang ini mempertemukan santri TPQ Aisyiyah se-Cabang Wiradesa dalam lima cabang lomba keislaman dan seni. Namun yang menarik, suasana yang tercipta bukanlah ketegangan kompetisi, melainkan ruang belajar bersama yang hangat dan penuh semangat.

Bagi santri TPQ, tampil di depan juri dan peserta lain bukan perkara mudah. Mereka belajar mengelola rasa gugup, menghafal dengan sungguh-sungguh, serta menampilkan kemampuan terbaik di hadapan publik. Di titik inilah lomba berfungsi sebagai latihan mental dan karakter, bukan sekadar pengukuran kemampuan akademik keagamaan.

Seorang pendamping santri menyampaikan bahwa kegiatan ini memberi pengalaman baru bagi anak-anak.

“Bukan soal menang atau kalah, tetapi anak-anak belajar berani tampil dan percaya diri. Itu bekal penting untuk masa depan mereka,” ujarnya.

Lima cabang lomba yang dipertandingkan—mulai dari Murottal, Hafalan Juz Amma, Praktik Salat, Doa Harian, hingga Kaligrafi—merepresentasikan keseimbangan antara pemahaman ibadah, hafalan, adab, dan seni. Ini menunjukkan bahwa pendidikan TPQ tidak hanya menekankan aspek kognitif, tetapi juga psikomotorik dan afektif.

Menariknya, lomba ini juga menjadi ruang evaluasi tidak langsung bagi para ustaz dan ustazah. Dari penampilan santri, terlihat sejauh mana metode pembelajaran berjalan efektif, mana yang perlu diperkuat, dan bagaimana pembinaan dapat ditingkatkan. Dengan kata lain, lomba menjadi cermin bagi proses pendidikan itu sendiri.

Kehadiran tokoh Aisyiyah dan Muhammadiyah Wiradesa dalam kegiatan ini memberi pesan penting bahwa pembinaan santri TPQ adalah tanggung jawab bersama. Dukungan moral dan kehadiran langsung para tokoh memberi motivasi tambahan bagi anak-anak sekaligus menguatkan ekosistem pendidikan keagamaan di tingkat akar rumput.

Di tengah tantangan zaman yang kian kompleks, kegiatan seperti Lomba Basyira menunjukkan bahwa pendidikan keislaman dapat dikemas secara menyenangkan, mendidik, dan relevan. Santri tidak hanya diajak menghafal dan memahami, tetapi juga mengalami proses belajar yang membangun kepercayaan diri dan semangat berprestasi secara sehat.

Pada akhirnya, Lomba Basyira 1 Wiradesa mengingatkan kita bahwa memberi ruang kepada anak-anak untuk tampil, belajar, dan dihargai adalah bagian penting dari pendidikan. Ketika santri TPQ diberi kesempatan untuk tumbuh melalui pengalaman nyata, maka nilai-nilai keislaman tidak hanya diajarkan, tetapi benar-benar dihidupkan.

Previous Post

Perdana di Kancah Nasional, Masjid Sabilillah Mrican Kepatihan Raih Juara Harapan Vlog CRM Award 2025

Next Post

Tiga Piala Diboyong TPQ Aisyiyah Kauman di Ajang Basyira 1 Wiradesa

Next Post

Tiga Piala Diboyong TPQ Aisyiyah Kauman di Ajang Basyira 1 Wiradesa

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Home
  • Organisasi
  • Anggota
  • Kabar Persyarikatan
  • Artikel
  • Tokoh
  • Video

© 2023 PCM - Muhammadiyah Wiradesa.

No Result
View All Result
  • Home
  • Organisasi
    • Profil
    • Anggota Pimpinan Cabang
    • Ideologi dan Pedoman
    • Majelis dan Lembaga
    • Organisasi Otonom
    • Amal Usaha
      • Ibadah (masjid dan mushalla)
      • Pendidikan (madrasah, pesantren)
      • Kesehatan
      • Ekonomi
    • Data tanah wakaf
    • Ranting
  • Anggota
    • Data Anggota
    • Registrasi Anggota Wiradesa
    • Pendaftaran KTAM online
  • Kabar Persyarikatan
  • Artikel
    • Hukum Islam
    • Tanya Jawab Agama
    • Kultum
    • Khutbah Jumat
    • Khutbah Id
    • Khutbah Gerhana
    • Khutbah Istisqa
  • Tokoh
  • Video

© 2023 PCM - Muhammadiyah Wiradesa.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist