Suasana hangat penuh syukur terasa pada Rabu, 1 April 2026 bertepatan dengan 13 Syawal 1447 H. Di momen yang masih kental dengan nuansa Idulfitri, Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Kantor Layanan (KL) Wiradesa kembali menunaikan amanah umat dengan mentasarufkan dana ZIS Ramadhan sebesar Rp124.750.000.

Penyaluran tersebut menyasar dua kelompok utama penerima manfaat (mustahik), yakni 394 penerima dari kalangan asnaf sabilillah dan 1.051 penerima dari kalangan fakir miskin. Angka ini bukan sekadar statistik, tetapi cerminan dari kepercayaan umat yang dititipkan dan dikelola dengan penuh tanggung jawab.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan dan pengurus, di antaranya Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wiradesa, Abdul Basit Amin, M.Pd, serta pengurus Lazismu KL Wiradesa. Dalam sambutannya, Bendahara Lazismu KL Wiradesa, H. Wahyono, menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi atas sinergi yang terbangun.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak dan Ibu yang telah menyalurkan ZIS melalui Lazismu KL Wiradesa. Ini adalah buah dari kerja sama yang baik antara Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) dan para amil di tingkat ranting. Semoga menjadi berkah dan memberi manfaat luas bagi semua,” ujarnya.
Senada dengan itu, Bendahara Lazismu KL Wiradesa, H. Wahoyo, juga menegaskan bahwa keberhasilan penghimpunan dan penyaluran ini tidak lepas dari kekompakan seluruh elemen gerakan. Mulai dari pengurus hingga relawan di tingkat akar rumput, semua bergerak dalam satu visi: menghadirkan kebermanfaatan.
Sementara itu, Ketua PCM Wiradesa, Abdul Basit Amin, memberikan apresiasi tinggi kepada para muzakki dan munfiqin yang telah mempercayakan zakat dan infaknya melalui Lazismu.
“Kepercayaan ini adalah amanah besar. Terima kasih kepada para muzakki dan munfiqin, serta kepada pengurus Lazismu dan para amil ranting yang telah bekerja keras dengan penuh dedikasi. Ini adalah bentuk nyata dari dakwah sosial Muhammadiyah yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat,” ungkapnya.
Lebih dari sekadar penyaluran bantuan, kegiatan ini menjadi simbol kuatnya solidaritas sosial dan kepedulian umat. Di tengah berbagai tantangan ekonomi yang masih dirasakan sebagian masyarakat, kehadiran Lazismu menjadi jembatan harapan—menghubungkan kebaikan dari para dermawan kepada mereka yang membutuhkan.
Syawal pun menjadi lebih bermakna. Tidak hanya sebagai momentum saling memaafkan, tetapi juga sebagai ruang berbagi dan menguatkan. Dari Wiradesa, semangat gotong royong dan kepedulian itu terus menyala, membawa pesan bahwa kebaikan yang ditunaikan dengan ikhlas akan selalu menemukan jalannya untuk memberi arti.