Thursday, May 7, 2026
  • Login
Muhammadiyah Wiradesa
  • Home
  • Organisasi
    • Profil
    • Anggota Pimpinan Cabang
    • Ideologi dan Pedoman
    • Majelis dan Lembaga
    • Organisasi Otonom
    • Amal Usaha
      • Ibadah (masjid dan mushalla)
      • Pendidikan (madrasah, pesantren)
      • Kesehatan
      • Ekonomi
    • Data tanah wakaf
    • Ranting
  • Anggota
    • Data Anggota
    • Registrasi Anggota Wiradesa
    • Pendaftaran KTAM online
  • Kabar Persyarikatan
  • Artikel
    • Hukum Islam
    • Tanya Jawab Agama
    • Kultum
    • Khutbah Jumat
    • Khutbah Id
    • Khutbah Gerhana
    • Khutbah Istisqa
  • Tokoh
  • Video
  • Home
  • Organisasi
    • Profil
    • Anggota Pimpinan Cabang
    • Ideologi dan Pedoman
    • Majelis dan Lembaga
    • Organisasi Otonom
    • Amal Usaha
      • Ibadah (masjid dan mushalla)
      • Pendidikan (madrasah, pesantren)
      • Kesehatan
      • Ekonomi
    • Data tanah wakaf
    • Ranting
  • Anggota
    • Data Anggota
    • Registrasi Anggota Wiradesa
    • Pendaftaran KTAM online
  • Kabar Persyarikatan
  • Artikel
    • Hukum Islam
    • Tanya Jawab Agama
    • Kultum
    • Khutbah Jumat
    • Khutbah Id
    • Khutbah Gerhana
    • Khutbah Istisqa
  • Tokoh
  • Video
No Result
View All Result
Muhammadiyah Wiradesa
No Result
View All Result
Home Artikel Umum

Kerja dalam Pandangan Islam: Antara Kewajiban dan Kemuliaan

muhwides by muhwides
May 6, 2026
in Umum
0 0
0
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Kerja dalam Pandangan Islam: Antara Kewajiban dan Kemuliaan

Momentum peringatan Hari Buruh Internasional pada 1 Mei 2026 dimaknai secara mendalam dalam khutbah Jumat yang disampaikan oleh Anggota Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Mhd Lailan Arqam, di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Jumat (01/05).

Dalam khutbahnya, khatib mengajak jemaah untuk tidak hanya melihat Hari Buruh sebagai peristiwa historis perjuangan hak pekerja, tetapi juga sebagai refleksi nilai-nilai keadilan dan kemanusiaan dalam Islam.

Ia mengingatkan bahwa sejarah Hari Buruh lahir dari praktik ketidakadilan, ketika para pekerja dipaksa bekerja dalam jam panjang dengan upah dan hak yang tidak layak, sehingga memicu ketimpangan sosial di berbagai belahan dunia.

“Isu buruh bukan sekadar persoalan pekerja dan tuntutan hak, tetapi juga bagaimana kita memahami makna kerja secara utuh dalam perspektif Islam,” ujarnya.

Menurutnya, Islam memandang kerja bukan sekadar hubungan transaksional antara tenaga dan upah. Lebih dari itu, kerja merupakan aktivitas mulia yang memiliki dimensi spiritual, sosial, dan peradaban. Dalam hal ini, ia memaparkan lima prinsip utama kerja dalam Islam.

Pertama, kerja merupakan perintah agama. Islam mendorong umatnya untuk aktif, produktif, dan menjauhi kemalasan. Ia mengutip firman Allah dalam QS. Al-Jumu’ah ayat 10: “Apabila salat telah ditunaikan, maka bertebaranlah kamu di muka bumi dan carilah karunia Allah.”

Selain itu, QS. At-Taubah ayat 105 juga menegaskan: “Katakanlah: Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu juga Rasul-Nya dan orang-orang mukmin.”

Ia juga mengingatkan hadis Nabi bahwa mencari nafkah dengan usaha sendiri lebih baik daripada meminta-minta, serta doa yang sering dipanjatkan agar terhindar dari sifat lemah dan malas.

Kedua, kerja adalah jalan kemuliaan manusia. Mengutip firman Allah “Wa laqad karramnā banī Ādam” (QS. Al-Isra: 70), ia menegaskan bahwa kemuliaan manusia dapat diraih melalui kerja yang dilakukan dengan usaha sendiri. Rasulullah SAW pun bersabda bahwa tidak ada makanan yang lebih baik daripada hasil kerja tangan sendiri.

“Kerja bukan kehinaan, melainkan sumber kehormatan manusia,” tegasnya.

Ketiga, kerja harus dilakukan secara profesional dan amanah. Ia mengutip hadis: “Innallāha yuḥibbu idzā ‘amila aḥadukum ‘amalan an yutqinah” yang artinya “Sesungguhnya Allah mencintai seseorang yang apabila bekerja, ia menyempurnakannya.”

Dalam konteks ini, ia mengingatkan pentingnya integritas, kualitas, dan tanggung jawab dalam bekerja, serta menolak praktik korupsi, manipulasi, dan kelalaian yang bertentangan dengan nilai keimanan.

Keempat, pentingnya keadilan dalam hubungan kerja. Ia menekankan bahwa baik pekerja maupun pemberi kerja harus menjunjung tinggi keadilan, termasuk dalam pemenuhan hak-hak finansial.

Ia mengutip prinsip Al-Qur’an: “Innallāha ya’muru bil-‘adli wal-iḥsān…” yang artinya “Sesungguhnya Allah memerintahkan (kamu) berlaku adil dan berbuat ihsan…”

Serta hadis Nabi: “A‘ṭūl ajīra ajrahu qabla an yajiffa ‘araqahu” maknanya ialah “Berikanlah upah kepada pekerja sebelum kering keringatnya.”

Menurutnya, ketidakadilan terhadap pekerja bukan hanya persoalan ekonomi, tetapi juga bentuk kezaliman yang dilarang agama.

Kelima, kerja sebagai amanah peradaban. Ia mengutip QS. Hud ayat 61 yang menegaskan bahwa manusia diciptakan untuk memakmurkan bumi. Oleh karena itu, kerja harus dipandang sebagai bagian dari tanggung jawab besar dalam membangun peradaban yang berkemajuan.

“Kerja bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup, tetapi juga sebagai manifestasi tauhid yang fungsional, yang menghubungkan usaha duniawi dengan tujuan akhirat,” jelasnya.

Pada khutbah kedua, khatib kembali menekankan pentingnya ketakwaan sebagai bekal utama kehidupan. Ia mengingatkan bahwa seluruh aktivitas, termasuk pekerjaan, harus dilandasi niat ibadah dan komitmen keimanan kepada Allah SWT.

Sumber : muhammadiyah.or.id

Kerja dalam Pandangan Islam: Antara Kewajiban dan Kemuliaan

Previous Post

Kisah Aira Salsabilla, Siswa Wiradesa yang Kini Lebih Semangat Sekolah Berkat Bantuan Sepeda

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Home
  • Organisasi
  • Anggota
  • Kabar Persyarikatan
  • Artikel
  • Tokoh
  • Video

© 2023 PCM - Muhammadiyah Wiradesa.

No Result
View All Result
  • Home
  • Organisasi
    • Profil
    • Anggota Pimpinan Cabang
    • Ideologi dan Pedoman
    • Majelis dan Lembaga
    • Organisasi Otonom
    • Amal Usaha
      • Ibadah (masjid dan mushalla)
      • Pendidikan (madrasah, pesantren)
      • Kesehatan
      • Ekonomi
    • Data tanah wakaf
    • Ranting
  • Anggota
    • Data Anggota
    • Registrasi Anggota Wiradesa
    • Pendaftaran KTAM online
  • Kabar Persyarikatan
  • Artikel
    • Hukum Islam
    • Tanya Jawab Agama
    • Kultum
    • Khutbah Jumat
    • Khutbah Id
    • Khutbah Gerhana
    • Khutbah Istisqa
  • Tokoh
  • Video

© 2023 PCM - Muhammadiyah Wiradesa.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist