
Polisi Berikan Edukasi Anti Bullying di MI Muhammadiyah Kauman Wiradesa
Wiradesa – Edukasi Anti Bullying MI Muhammadiyah Kauman Wiradesa menjadi salah satu materi utama dalam kegiatan MATAMUDA (Masa Ta’aruf Murid Madrasah) Tahun Pelajaran 2026/2027. Pada Rabu (15/7/2026), Polsek Wiradesa hadir memberikan edukasi kepada peserta didik baru mengenai pentingnya mencegah bullying sejak dini.
Dua narasumber yang hadir ialah AIPTU Bagas Agung Prasetyo, Bhabinkamtibmas Polsek Wiradesa, serta Brigadir Polisi Devi Melindasari, Staf SIUM Polsek Wiradesa. Kehadiran keduanya disambut antusias oleh para siswa kelas I yang mengikuti setiap sesi dengan penuh semangat.
Anak Belajar Mengenali Bentuk Bullying Sejak Dini
Dalam pemaparannya, AIPTU Bagas Agung Prasetyo menjelaskan berbagai bentuk bullying menggunakan bahasa sederhana yang mudah dipahami anak-anak. Melalui cerita, permainan edukatif, dan ilustrasi, peserta didik diajak memahami bahwa mengejek teman, memberi julukan yang tidak baik, mendorong, mengucilkan, maupun mengambil barang milik teman tanpa izin merupakan tindakan yang termasuk perundungan dan harus dihindari.
Sementara itu, Brigadir Polisi Devi Melindasari mengajak siswa menjadi anak yang berani berbuat baik, saling menghormati, menghargai perbedaan, serta tidak ragu melapor kepada guru apabila melihat atau mengalami tindakan bullying. Penyampaian materi berlangsung hangat dan komunikatif sehingga anak-anak lebih mudah memahami pesan yang disampaikan.
Sesi Interaktif Membuat Edukasi Semakin Menarik
Suasana kelas semakin hidup saat narasumber mengadakan sesi tanya jawab. Hampir seluruh siswa mengangkat tangan untuk menjawab berbagai pertanyaan seputar bullying dan cara mencegahnya.
Sebagai bentuk apresiasi, AIPTU Bagas Agung Prasetyo dan Brigadir Polisi Devi Melindasari memberikan hadiah kepada siswa yang berani maju dan mampu menjawab pertanyaan dengan benar. Tepuk tangan dan sorak gembira membuat suasana belajar semakin menyenangkan sekaligus memperkuat pemahaman peserta didik terhadap materi.
Kepala Madrasah: Karakter Baik Dibangun Sejak Hari Pertama
Kepala MI Muhammadiyah Kauman Wiradesa, Muhammad Sukron, S.Pd.I., menyampaikan apresiasi kepada Polsek Wiradesa atas dukungannya dalam menyukseskan kegiatan MATAMUDA melalui edukasi anti bullying.
“Kami percaya bahwa karakter baik harus dibangun sejak anak pertama kali memasuki madrasah. Karena itu, MATAMUDA tidak hanya mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga membekali mereka dengan nilai-nilai kehidupan. Edukasi anti bullying dari Polsek Wiradesa menjadi bekal yang sangat berharga agar anak-anak memahami pentingnya saling menghormati, saling menyayangi, dan menjaga teman sebagai keluarga di madrasah.”
Pesan tersebut diperkuat oleh wali kelas I yang mengajak seluruh peserta didik untuk menerapkan nilai-nilai saling menghargai dalam kehidupan sehari-hari.
“Anak-anak, mulai hari ini kita adalah satu keluarga. Tidak boleh ada yang mengejek, mengucilkan, atau membuat teman menangis. Jika ada teman yang kesulitan, mari kita bantu. Jika ada yang berbuat salah, kita saling mengingatkan dengan baik.”
Siswa Senang Belajar Bersama Polisi
Kegiatan edukasi anti bullying ini meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta didik. Salah seorang siswa kelas I, Ananda Aisyah, mengaku senang dapat belajar langsung bersama anggota kepolisian.
“Aku senang ada Pak Polisi dan Bu Polisi datang ke sekolah. Tadi aku jadi tahu kalau mengejek teman itu tidak boleh. Aku mau berteman baik dengan semua teman dan saling membantu.”
Edukasi Anti Bullying Wujudkan Madrasah Ramah Anak
Melalui edukasi anti bullying di MI Muhammadiyah Kauman Wiradesa, peserta didik diharapkan mampu membangun kebiasaan saling menghargai, peduli terhadap sesama, serta berani menjadi pelopor dalam mencegah perundungan di lingkungan madrasah.
Sinergi antara madrasah, keluarga, dan kepolisian menjadi langkah penting dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang aman, inklusif, dan ramah anak. Sebagai bagian dari rangkaian MATAMUDA Tahun Pelajaran 2026/2027, kegiatan ini menegaskan bahwa pengenalan lingkungan madrasah tidak hanya mengenalkan fasilitas dan tata tertib, tetapi juga menanamkan karakter Islami, kepedulian sosial, serta akhlak mulia. Dengan bekal tersebut, setiap peserta didik diharapkan tumbuh menjadi generasi Qurani yang cerdas, berkarakter, dan mampu menjadi agen kebaikan di mana pun berada.
Edukasi anti bullying merupakan bagian penting dalam pembentukan karakter peserta didik sejak usia dini. Melalui pembiasaan saling menghormati, menghargai perbedaan, dan peduli terhadap teman, madrasah berharap budaya positif terus tumbuh sehingga lingkungan belajar menjadi aman, nyaman, dan mendukung perkembangan akademik maupun karakter setiap siswa.




Alhamdulillah ada inisiatif untuk pemahaman pada perserta didik sehingga tindakan bully tidak menbudaya di madrasah sehingga tercapai visi misi sebagai anak yang berakhlakul Karimah.