
Pekalongan, 31 Juli 2026 – Lazismu Kabupaten Pekalongan menggelar kegiatan Refreshing Keuangan yang diikuti peserta dari seluruh Kantor Layanan (KL) Lazismu se-Kabupaten Pekalongan. Kegiatan yang berlangsung di BTM Pekalongan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas tata kelola keuangan, memperkuat akuntabilitas lembaga, serta memastikan pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) berjalan sesuai prinsip transparansi dan profesionalisme.
Pelatihan ini diikuti oleh pengelola administrasi dan keuangan dari berbagai Kantor Layanan. Selain menjadi sarana penyegaran materi, kegiatan tersebut juga bertujuan menyamakan pemahaman mengenai standar pencatatan transaksi, penyusunan laporan keuangan, hingga mekanisme pelaporan yang berlaku di lingkungan Lazismu.

Refreshing Keuangan Lazismu Kabupaten Pekalongan Tingkatkan Kualitas Pelaporan
Dalam sambutannya, Manager Lazismu Kabupaten Pekalongan, Sutiknyo, menyampaikan bahwa lembaga yang dipimpinnya berhasil mempertahankan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama tujuh tahun berturut-turut. Capaian tersebut menjadi indikator bahwa sistem pengelolaan keuangan yang diterapkan telah berjalan sesuai standar akuntansi dan prinsip tata kelola organisasi yang baik.
Menurutnya, keberhasilan mempertahankan opini WTP bukan semata hasil kerja bagian keuangan di tingkat kabupaten, tetapi juga buah dari kedisiplinan seluruh Kantor Layanan dalam menjalankan administrasi, pencatatan transaksi, serta pelaporan keuangan secara tertib dan berkesinambungan.
Ia menegaskan bahwa kualitas laporan keuangan sangat dipengaruhi oleh ketelitian dalam mencatat setiap transaksi. Oleh karena itu, seluruh amil di Kantor Layanan diharapkan memiliki komitmen yang sama dalam menjaga ketertiban administrasi sebagai bentuk tanggung jawab terhadap amanah masyarakat.
Sutiknyo juga mengingatkan bahwa pelaporan keuangan tidak perlu menunggu hingga akhir tahun. Sebaliknya, laporan sebaiknya disusun secara rutin setiap bulan sehingga proses monitoring, evaluasi, dan pembinaan dapat dilakukan lebih cepat apabila ditemukan kendala.
“Pencatatan dan pelaporan merupakan bentuk tanggung jawab kita sebagai amil. Amanah yang diberikan masyarakat harus dipertanggungjawabkan dengan baik melalui administrasi yang tertib, akurat, dan tepat waktu. Saya berharap setelah kegiatan ini seluruh Kantor Layanan semakin disiplin dalam menyusun laporan keuangan setiap bulan,” ujar Sutiknyo.
Komitmen Lazismu Kabupaten Pekalongan Pertahankan Predikat WTP
Selain penyampaian materi, kegiatan Refreshing Keuangan Lazismu Kabupaten Pekalongan juga diisi dengan sesi diskusi interaktif antara peserta dan tim keuangan Lazismu Kabupaten Pekalongan. Dalam forum tersebut, peserta diberi kesempatan menyampaikan berbagai kendala yang mereka hadapi selama proses pencatatan transaksi maupun penyusunan laporan keuangan di Kantor Layanan masing-masing.
Beberapa persoalan yang mengemuka antara lain mengenai teknis pencatatan transaksi, penyusunan dokumen pendukung, kesesuaian format laporan, hingga mekanisme pelaporan berkala. Seluruh pertanyaan dibahas bersama untuk memperoleh solusi yang seragam sehingga dapat diterapkan secara efektif di seluruh Kantor Layanan.
Diskusi ini menjadi salah satu bagian penting dari kegiatan karena memungkinkan adanya penyamaan persepsi terkait standar administrasi keuangan. Dengan demikian, kualitas laporan dari setiap Kantor Layanan diharapkan semakin baik, lebih akurat, dan memenuhi standar yang telah ditetapkan oleh Lazismu.

Pengelolaan Dana Umat Menuntut Profesionalisme dan Transparansi
Sebagai lembaga filantropi yang mengelola dana zakat, infak, dan sedekah masyarakat, Lazismu Kabupaten Pekalongan menyadari bahwa kepercayaan publik merupakan aset yang harus dijaga. Salah satu bentuk menjaga kepercayaan tersebut adalah melalui pengelolaan administrasi dan laporan keuangan yang transparan, akuntabel, serta mudah dipertanggungjawabkan.
Pelaporan yang baik bukan hanya menjadi kebutuhan administratif, tetapi juga menjadi bentuk pertanggungjawaban moral kepada para muzaki, donatur, dan masyarakat yang telah menitipkan amanah melalui Lazismu. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang administrasi dan keuangan menjadi agenda penting yang terus dilakukan secara berkala.
Melalui kegiatan Refreshing Keuangan ini, seluruh peserta diharapkan memiliki pemahaman yang sama mengenai standar pencatatan, pelaporan, serta tata kelola keuangan lembaga. Kesamaan pemahaman tersebut akan menjadi fondasi dalam mewujudkan sistem administrasi yang lebih tertib, profesional, dan berkelanjutan.
Dengan semangat perbaikan berkelanjutan, Lazismu Kabupaten Pekalongan optimistis mampu terus mempertahankan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) pada tahun-tahun mendatang. Lebih dari itu, lembaga berharap kualitas pelayanan kepada masyarakat semakin meningkat sehingga kepercayaan publik terhadap pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah terus tumbuh sebagai bagian dari upaya membangun kesejahteraan umat melalui tata kelola yang profesional, transparan, dan akuntabel.
