Friday, July 10, 2026
  • Login
Muhammadiyah Wiradesa
  • Home
  • Organisasi
    • Profil
    • Anggota Pimpinan Cabang
    • Ideologi dan Pedoman
    • Majelis dan Lembaga
    • Organisasi Otonom
    • Amal Usaha
      • Ibadah (masjid dan mushalla)
      • Pendidikan (madrasah, pesantren)
      • Kesehatan
      • Ekonomi
    • Data tanah wakaf
    • Ranting
  • Anggota
    • Data Anggota
    • Registrasi Anggota Wiradesa
    • Pendaftaran KTAM online
  • Kabar Persyarikatan
  • Artikel
    • Hukum Islam
    • Tanya Jawab Agama
    • Kultum
    • Khutbah Jumat
    • Khutbah Id
    • Khutbah Gerhana
    • Khutbah Istisqa
  • Tokoh
  • Video
  • Home
  • Organisasi
    • Profil
    • Anggota Pimpinan Cabang
    • Ideologi dan Pedoman
    • Majelis dan Lembaga
    • Organisasi Otonom
    • Amal Usaha
      • Ibadah (masjid dan mushalla)
      • Pendidikan (madrasah, pesantren)
      • Kesehatan
      • Ekonomi
    • Data tanah wakaf
    • Ranting
  • Anggota
    • Data Anggota
    • Registrasi Anggota Wiradesa
    • Pendaftaran KTAM online
  • Kabar Persyarikatan
  • Artikel
    • Hukum Islam
    • Tanya Jawab Agama
    • Kultum
    • Khutbah Jumat
    • Khutbah Id
    • Khutbah Gerhana
    • Khutbah Istisqa
  • Tokoh
  • Video
No Result
View All Result
Muhammadiyah Wiradesa
No Result
View All Result
Home Artikel Khutbah Id

NABI IBRAHIM AS: KARAKTER PEMIMPIN IDEAL

Ahmad Said Matondang, M.E.Sy

muhwides by muhwides
June 23, 2023
in Khutbah Id
0 0
0
NABI IBRAHIM AS: KARAKTER PEMIMPIN IDEAL
0
SHARES
29
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Khutbah Idul Adha 1444 H

NABI IBRAHIM AS: KARAKTER PEMIMPIN IDEAL

Ahmad Said Matondang
Ketua Dikdasmen PCM Kebayoran Baru
Disampaikan dalam Sholat Idul Adha 1444 H di Kompleks PCM Kebayoran Baru

 

الله اكبر الله اكبر الله اكبر الله اكبر الله اكبر الله اكبر الله اكبر الله اكبر الله اكبر ولله الحمد
اَلْحَمدُ لِلهِ الْوَاِحِدِ الْقَهَّارِ الْعِزِيْزِ الْغّفَّارِ ْمُكوّرِّ الَّيْلِ عَلَي النَّهََارِ تَذْكِرَةً لاوليِ القلوبِ وَالْاَبْصَارِ تَبْصِرَةً لِذَوِي الاَلْبَابِ والْاِعْتِبَارِ.
اشهد ان لا اله الا الله وَحْدَهُ لاَشَرْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اَلْمَبْعُوْثُ رَحْمَةً للْعَالَمِيْنَ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَي مُحَمَّدٍ وَعَلَي اَلَهِ الطَيِّبِيْنَ الطَاهِرِيْنَ. اَمّا بَعْدٌ فَيَا عِبَادَ اللهِ اُوْصِيْكُمْ وَاِيَّاي بِتَقْوَي اللهِ وطَاعَتِهِ لَعَلَكُمْ تَتَّقُوْنَ.
قَالَ اللهُ تَعَالَي فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ : وَإِذِ ابْتَلَى إِبْرَاهِيمَ رَبُّهُ بِكَلِمَاتٍ فَأَتَمَّهُنَّ قَالَ إِنِّي جَاعِلُكَ لِلنَّاسِ إِمَامًا قَالَ وَمِن ذُرِّيَّتِي قَالَ لاَ يَنَالُ عَهْدِي الظَّالِمِين. قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّي اللهِ عَلَيْهِ وَاَلِهِ وَسَلَّمَ : مَنْ كَانَ لَهُ سَعَةُ َلَمْ يُضَحِّ فَلاَ يَقْرَبَنَّ مُصَلَّنَا.
صَدَقَ اللهُ الْعَظِيْمِ وَصَدَقَ رَسُوْلُهُ الْكَرِيْمُ وَنَحْنُ عَلَي ذلِكَ مِن الشَاكِرِيْنَ وَالشَّاهِدِيْنَ وَالْحَمْدُ للهِ رِبَّ الْعَالَمِيْنَ

Allahu akbar-Allahu akbar-Allahu akbar walillahilhamd
Kaum muslimin wal muslimat yang berbahagia

Puja dan puji serta syukur kita panjatkan kehadirat Allah Swt yang telah memberikan berbagai karunia dan nikmat-Nya hingga pada hari yang suci ini saudara-saudara kita yang sedang menjalankan ibadah haji, telah selesai melaksanakan ibadah wukuf di Arofah sebagai rukun haji dan puncak pengabdian hamba kepada Tuhannya. Bagi kita yang pada hari ini ada di tanah air sibuk mengabdikan diri dengan puasa sunnah Arofah, takbir, tahmid dan tahlil. Dan di pagi ini, setelah selesai mendirikan shalat sunnah idul Adha, insya Allah kita akan menyembelih hewan qurban mengikuti sunnah nabi Ibrahim dan sebagai pengabdian kita kepada Allah Swt.
Solawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada manusia pilihan, nabi Muhammad saw dan keluarganya yang suci dan sahabat-sahabatnya yang terpuji yang telah mengorbankan seluruh hidupnya untuk kebahagiaan umatnya.

Allahu akbar-Allahu akbar-Allahu akbar walillahilhamd
Kaum muslimin wal muslimat yang berbahagia

Nabi Ibrahim adalah ayah para nabi dan melalui sunnahnya disyariatkan ibadah haji yang merupakan simbolisasi perjalanan hidup anak manusia. Siapa yang memahami hikmah ritual ibadah haji, niscaya akan tahu hakikat perjalanan hidup di dunia yang fana ini. Nabi Muhammad saw adalah nabi akhir zaman dan cahaya abadi. Siapa yang selalu mengikuti dan mencintainya, niscaya akan memperoleh cahaya yang akan menerangi hati dan akal hingga selamat dalam menempuh perjalanan hidup yang penuh cobaan ini. Allah Swt memerintahkan agar semua manusia mengambil uswah hasanah atau teladan yang baik dari keduanya dan hanya kepada keduanya pula kita membacakan selawat didalam ibadah shalat yang kita dirikan. Alahumma sholli ala Muhammad wa ali Muhammad kama shollaita ala Ibrahim wa ali Ibrahim. Ya Allah sampaikan selawat kami kepada nabi Muhammad dan keluarganya sebagaimana Engkau telah memberikan selawat kepada nabi Ibrahim dan keluarganya.

Sejak lama nabi Ibrahim menantikan lahirnya seorang putra yang akan meneruskan dakwahnya, namun impiannya tak juga kunjung datang. Pada masa penantian dan harapan akan datangnya seorang anak itu, nabi Ibrahim bermunajat dan bermohon kepada Allah Swt dengan mendirikan shalat, berpuasa, berkurban dan berbagai ibadah lainnya. Ratusan kambing, unta dan sapi disembelih dan disedekahkan kepada orang-orang disekitarnya semata-mata untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. Ibrahim berkata:

إِنِّي ذَاهِبٌ إِلَى رَبِّي سَيَهْدِينِ رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ فَبَشَّرْنَاهُ بِغُلَامٍ حَلِيمٍ

Sesungguhnya Aku pergi menghadap kepada Tuhanku, dan Dia akan memberi petunjuk kepadaku. Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku seorang anak yang yang saleh. Maka Kami beri dia khabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar. (Qs al Shoffat/37:99-101)

Ketika nabi Ismail masih dalam buayan ibunya, siti Hajar ra, Allah memerintahkan agar bayi mungil dan isterinya dibawa pergi ke suatu tempat yang ditentukan oleh Allah Swt. Nabi Ibrahim, Siti Hajar dan ismail berangkat menuju Mekah al Mukarramah. Dalam perjalanan yang meletihkan itu, Siti Hajar bertanya: Wahai suamiku, hendak pergi kemanakah kita? Ibrahim dengan penuh kasih sayang menjawab: Kita akan pergi ke suatu tempat yang telah ditentukan oleh Allah Swt.

Setelah melakukan perjalanan yang jauh dan meletihkan itu, akhirnya tibalah keluarga teladan ini di Mekkah al Mukarramah. Namun tidak berapa lama tinggal di Mekkah Allah Swt memerintahkan agar Nabi Ibrahim kembali lagi ke Palestina untuk melanjutkan dakwahnya. Sedangakan isteri tercinta dan anak tersayang ditinggalnya di sisi ka’bah. Ketika hendak meninggalkan isteri dan anaknya, Siti hajar bertanya dengan penuh iba, wahai Ibrahim, mengapa engkau tinggalkan kami berdua disini? Apabila kami kelaparan kepada siapa kami minta makan? Kalau kami sakit kepada siapa kami meminta obat dan apabila ada binatang buas yang akan menerkam kami, kepada siapa kami minta pertolongan? Tiga pertanyaan dari isteri yang suci dijawab dengan satu jawaban saja, Allah. Apabila kalian lapar, Allah Maha Pemberi Rizki dan Dia niscaya akan selalu memberi rizki kepada kalian. Apabila kalian sakit, Allah adalah Maha Penyembuh dan pasti Allah akan memberikan obat dari setiap penyakit kecuali tua dan kematian. Dan apabila ada binatang yang akan menerkam kalian, ketahuilah bahwa Allah tempat kita bergantung semua nasib dan harapan. Mendengar jawaban itu, Siti Hajar mengusap air matanya seraya berkata, pergilah wahai kekasihku dan tunaikanlah tugas Allah Swt yang diperintahan kepadamu. Aku rela dan ikhlas hidup bersama anakmu dengan lindungan dan ridha Allah Ta’ala.

Nabi Ibrahim dengan penuh haru meninggalkan isterinya tercinta dan anak tersayang yang diharapkan dan dinantinya bertahun-tahun. Nabi Ibrahim mampu mengorbankan diri dan keluarganya demi meraih cinta kekasihnya, Allah Swt. Saat hendak meninggalkan kota suci, nabi Ibrahim berdoa seraya bermohon:

رَّبَّنَا إِنِّي أَسْكَنتُ مِن ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِندَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُواْ الصَّلاَةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِّنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُم مِّنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ

Ya Tuhan kami, Sesungguhnya Aku telah meninggalkan keturunanku di lembah yang tidak ada tanaman, di sisi rumah-Mu yang mulia, Ya Tuhan kami, jadikanlah mereka agar selalu mendirikan shalat, jadikanlah hati setiap manusia cenderung datang kesini dan berilah kepada mereka rizki berupa buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur. (QS Ibrahim/14:37)

Allahu akbar-Allahu akbar-Allahu akbar walillahilhamd
Kaum muslimin wal muslimat yang berbahagia

Keluarga nabi Ibrahim adalah keluarga ideal. Tiga peran yang dilakukan oleh Ibrahim, Siti Hajar dan nabi Ismail merupakan uswatun hasanah, teladan yang baik bagi setiap insan yang hendak mencapai kesempurnaan. Pada diri nabi Ibrahim tercermin kepribadian seorang ayah yang tangguh imannya, kuat cita-citanya dan sabar dalam menjalankan perintah-Nya. Pada diri Siti Hajar tampak cahaya seorang wanita yang tabah, taat kepada suami dan sabar menerima ketentuan Allah dan pada diri Ismail lahir pribadi yang cerdas, berani dan sabar. Allah berfirman:

قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ

Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersamanya. (al Mumtahanah/60:4)

Sebagai ayah para nabi, Ibrahim telah berhasil memainkan perannya dengan baik. Dia adalah imam bagi seluruh manusia. Dia adalah pemimpin ideal yang hidup sepanjang masa. Dan dengan beruswah kepadanya, manusia akan mencapai kepemimpinan yang ideal.

وَإِذِ ابْتَلَى إِبْرَاهِيمَ رَبُّهُ بِكَلِمَاتٍ فَأَتَمَّهُنَّ قَالَ إِنِّي جَاعِلُكَ لِلنَّاسِ إِمَامًا قَالَ وَمِن ذُرِّيَّتِي قَالَ لاَ يَنَالُ عَهْدِي الظَّالِمِين

Dan ingatlah, ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat berupa perintah dan larangan, lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: Sesungguhnya Aku menjadikanmu imam bagi seluruh manusia. Ibrahim berkata: Dan saya mohon juga dari keturunanku. Allah berfirman: Janji-Ku tidak mengenai orang-orang yang zalim. (QS. Al Baqarah/2:124)

Nabi Ibrahim telah membuktikan dirinya sebagai imam bagi manusia. Ia menanamkan ketauhidan dan menumbangkan kemusyrikan. Ketauhidan adalah landasan utama seorang pemimpin. Apabila pemimpin bertauhid kepada Allah, maka akan lahir kesadaran bahwa kekuasaan hanyalah amanat Allah yang harus ditunaikan. .

قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَن تَشَاء وَتَنزِعُ الْمُلْكَ مِمَّن تَشَاء وَتُعِزُّ مَن تَشَاء وَتُذِلُّ مَن تَشَاء بِيَدِكَ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَىَ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Katakanlah: Wahai Tuhan yang mempunyai kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kekuasaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.(QS Ali Imran/3:26)

Apabila negara ingin damai, maka syarat utamanya adalah adanya pemimpin yang bertauhid kepada Allah Swt. Kekuasaan hanyalah alat dan amanat untuk menciptakan kesejahteraan dan kedamaian bagi masyarakatnya. Apabila para pemimpin bertauhid kepada Allah, maka rakyatnya akan terpelihara dari perbuatan yang tercela. Namun apabila para pemimpin tidak bertauhid kepada Allah, maka umat akan menjadi korban dari kerakusan para penguasa.

Apabila kaum muslimin hendak mencapai kesejahteraan lahir batin dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Maka angkatlah pemimpin yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya.

إِنَّمَا وَلِيُّكُمُ اللّهُ وَرَسُولُهُ وَالَّذِينَ آمَنُواْ الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلاَةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَهُمْ رَاكِعُونَ وَمَن يَتَوَلَّ اللّهَ وَرَسُولَهُ وَالَّذِينَ آمَنُواْ فَإِنَّ حِزْبَ اللّهِ هُمُ الْغَالِبُونَ.

Sesungguhnya pemimpin kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat sambil menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah). Dan siapa yang menjadikan Allah, rasul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi pemimpinnya, maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah itulah yang pasti menang. (QS. Al Maidah/5:55-56).

Allah mengingatkan bahwa orang-orang beriman dilarang untuk memilih pemimpin yang suka dan berupaya menutupi kebenaran. Memilih pemimpin yang suka menutupi kebenaran hanya akan melahirkan kesengsaraan dan penderitaan.

Fakta dan data berbicara bahwa kepimpinan yang menutupi kebenaran di dunia ini tidak akan memberikan sedikitpun kesejahteraan bagi umat manusia. Perhatikanlah nasib saudara-saudara kita di belahan dunia yang lain, Palestina, Lebanon, Syiria, Iran, Irak, Afrika dan sebagainya.

Dalam konteks keindonesiaan, dalam beberapa waktu yang akan datang umat akan menghadapi pemilu. Tentu bagi seorang muslim hendaknya memilih calon legislatif dan eksekutif yang memiliki etikabilitas dan Intelektualitas serta yang beriman kepada Allah swt dan rasul-Nya. Untuk memilih pemimpin masa depan hendaknya umat Islam tidak terjebak oleh simbol-simbol agama yang ditawarkan oleh mereka yang mempolitisasikan agama. Kenalilah calon pemimpin yang hendak kita pilih dengan baik, perhatikanlah iman, amal dan akhlaknya.

Allahu akbar-Allahu akbar-Allahu akbar walillahilhamd
Kaum muslimin wal muslimat yang berbahagia

Karakter pemimpin ideal yang kedua adalah menegakkan keadilan dan kebenaran. Keadilan adalah ruh kehidupan. Keadilan di tangan seorang penguasa jauh lebih berarti daripada keadilan dalam genggaman rakyat jelata. Rasulallah saw bersabda: Keadilan itu baik, namun akan lebih baik apabila berada dalam genggaman penguasa. Dermawan itu baik, namun akan lebih baik apabila dilakukan oleh orang kaya. Wara’ itu baik namun akan lebih baik apabila menjadi pakaian para ulama. Sabar itu baik, namun akan lebih baik apabila menjadi hiasan orang miskin. Bertobat itu baik, namun akan lebih baik apabila yang bertobat anak-anak muda. Malu itu baik, namun akan lebih baik apabila malu menjadi jatidiri kaum wanita.

Allah memerintahkan agar semua manusia dan terutama para penguasa hendaknya menegakkan keadilan.

إِنَّ اللّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاء ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاء وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

Sesungguhnya Allah menyuruh kamu berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran. (QS al Nahl/16:90)

Nabi Ibrahim telah menegakkan keadilan terhadap dirinya dan keluarganya. Dia korbankan perasaannya sebagai seorang ayah, ditinggalkannya istri dan anaknya tercinta di lembah di sisi ka’bah demi tegaknya agama Allah. Pemimpin yang ideal berani mengorbankan kepentingan diri, keluarga dan golongannya untuk kepentingan universal yakni ridha Allah Swt. Sikap nabi Ibrahim adalah pelajaran sekaligus penegasan bahwa setiap muslim hendaknya memilih dan mengangkat pemimpin yang mendahulukan kepentingan universal daripada kepentingan pribadi dan golongan. Oleh karena itu, tidak layak dan merupakan tindak kebodohan apabila ada orang mukmin yang memilih calon-calon pemimpin yang mempropagandakan kepentingan dirinya atas nama rakyat

Sejak reformasi digulirkan di negeri ini, diharapkan akan lahir pemimpin-pemimpin yang lebih baik daripada pemimpin sebelumnya. Namun, fakta menunjukkan bahwa kepemimpinan mereka tidak berubah, yang berbeda hanyalah bajunya saja namun substansi gerakan perjuangannya tetap sama. Oleh karena untuk menciptakan kondisi politik, ekonomi dan sosial yang baik tidak cukup dengan merubah atau menambah partai baru, justru yang penting adalah menyadarkan kepada ummat, bahwa kita harus ikut turun dan terjun ke gelanggang dalam menentukan arah dan kiblat bangsa yang menjadi cita-cita founding parent kita.

Bagaimana mungkin rakyat dapat menikmati kesejahteraan apabila para politisinya lebih mementingkan diri dan partainya daripada rakyatnya. Bagaimana mungkin seorang pemimpin yang dipilih oleh rakyat berkampanye untuk kepentingan dirinya dan partainya?

Keadilan, kebajikan dan memberi kepada orang lain adalah kewajiban yang mesti ditegakkan. Perbuatan keji, kemunkaran dan makar adalah suatu yang mesti dihilangkan. Pemimpin ideal adalah mereka yang selalu menegakkan keadilan kepada siapapun, menabur kebajikan kepada seluruh rakyat tanpa membedakan suku, warna kulit, bahasa dan agama. Memberi adalah watak dan prilaku para pemimpin terhadap siapa saja yang membutuhkan bantuannya.

Disisi lain, perbuatan keji, kemunkaran dan pembangkangan adalah perilaku negatif yang mesti dihilangkan, baik terhadap diri sendiri maupun terhadap orang lain. Dekadensi moral yang melanda bangsa ini terpusat kepada para pemimpin. Rasulallah saw bersabda: Dua golongan apabila rusak keduanya maka rusak seluruh elemen masyarakat dan apabila baik keduanya, maka akan baik seluruh lapisan masyarakat yaitu ulama dan umara. Kebaikan dan kerusakan umat terpulang kepada mereka. Penyakit yang sering menjangkiti ulama adalah cinta dunia. Apabila para ulama mencintai dunia, maka umat akan sengsara. Sedangkan penyakit para penguasa adalah haus kekuasaan dan berbuat kezaliman.

Allahu akbar-Allahu akbar-Allahu akbar walillahilhamd
Kaum muslimin wal muslimat yang berbahagia

Karakter pemimpin yang ketiga adalah berani dan tegas dalam berjuang. Rasulallah saw dan keluarganya selalu bersikap tegas terhadap orang-orang kafir dan lemah lembut terhadap sesama. Dalam melaksanakan dakwahnya Rasulallah saw selalu mengalami rintangan, halangan dan tantangan dari internal keluarganya maupun dari pihak luar Islam. Ketegasan beliau dalam menghadapi orang-orang Yahudi dan Nasrani mengakibatkan mereka tidak berani terhadap Islam. Namun disisi lain, Rasulallah sangat menyayangi kaum muslimin terutama kaum mustadafin.

Keberanian dalam menegakkan kebenaran adalah syarat utama menjadi pemimpin ideal. Nabi Musa berhadapan dengan Fir’aun laknatullah alaih. Nabi Ibrahim berhadapan dengan Namruz laknatullah alaih dan nabi Muhammad saw berhadapan dengan Abu Jahal, Abu Sufyan, Abu Lahab dan penguasa Arab lainnya. Allah swt menegaskan bahwa masjid demikian pula negara hanya dapat makmur apabila diurus oleh mereka yang pemberani.

إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللّهِ مَنْ آمَنَ بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلاَةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلاَّ اللّهَ فَعَسَى أُوْلَـئِكَ أَن يَكُونُواْ مِنَ الْمُهْتَدِينَ

Yang dapat memakmurkan masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari Kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS. Al Taubah/9:18)

Negara akan makmur dan kuat apabila para pemimpinnya berani melawan kezaliman, menegakkan keadilan dan menghancurkan kemunkaran. Kemuliaan dan harga diri manusia akan terwujud apabila pemimpinnya berani melawan segala bentuk kezaliman. Ketika nabi Ibrahim dipanggang di atas api oleh Namruz, malaikat Jibril mendatanginya seraya berkata, apakah engkau membutuhkan pertolonganku agar aku padamkan api ini dan menyelamatkan nyawamu? Nabi Ibrahim menjawab: Penolongku hanyalah Allah dan aku hanya bertawakal kepada-Nya. Nabi Ibrahim tidak gentar menghadapi resiko perjuangan. Dia hadapkan semua resiko dengan berani dan sabar. Dan nabi Ibrahim tidak memerlukan bantuan siapapun kecuali Allah Swt.

Nabi Musa dengan berani melawan Fir’aun. Berbagai upaya pembunuhan yang dilakukan oleh Firaun dihadapi oleh nabi Musa dengan sabar dan berani. Ditentangnya segala kebijakan yang dikeluarkan oleh Fir’aun dan diajaknya seluruh rakyat untuk menegakkan kebenaran walaupun mempunyai resiko yang besar.

 

Allahu akbar-Allahu akbar-Allahu akbar walillahilhamd
Kaum muslimin wal muslimat yang berbahagia

Tahun 2024 adalah saatnya kita bangkit untuk menentukan diri kita sendiri. Pilihlah pemimpin yang beriman, adil dan berani menegakkan keadilan. Dan janganlah memilih pemimpin yang hanya berpihak kepada dirinya dan partainya saja. Kalau calon-calon rakyat tidak memenuhi kriteria yang diajarkan agama, maka janganlah dipilih karena semua perbuatan kita termasuk memilih pemimpin yang salah akan diminta pertanggungan jawab kelak.

Semoga Allah memberikan kekuatan lahir dan batin kepada kita semua hingga kta dapat menjalankan agama di negeri ini dengan aman, damai dan sejahtera. Akhirnya kepada Allah kita bermunajat dan kepada-Nya kita berserah diri semoga kebenaran dan keadilan selalu berpihak kepada orang-orang yang berada dijalan-Nya Amin.

Ya Allah ya Tuhan kami ampunilah dosa kami dan doa ibu bapak kami. Maafkanlah atas kesalahan dan kekhilafan yang mereka lakukan dan kumpulkanlah mereka bersama para nabi, syuhada dan sholihin.

Ya Allah ya Tuhan kami, kami tidak mempunyai kekuatan apa-apa, maka berikanlah kami kemampuan untuk merubah negeri ini ke arah yang lebih baik. Berikanlah kepada kami ketabahan dalam menjalankan dan memperjuangkan agamamu ya Allah.

Ya Allah ya Tuhan kami, kami tahu bahwa musuh-musuh kami terlalu besar dan banyak, namun Engkau Maha Kuasa maka berikanlah kepada kami kemampuan untuk menghancurkan mereka dimanapun mereka berada.

Ya Allah ya Tuhan kami, berikanlah kekuatan kepada saudara-saudara kami di belahan dunia ini yang sedang dizalimi oleh musuh-musuh-Mu ya Allah. Berikanlah kekuatan dan kesabaran dalam menghadapi mereka dan anugerahkanlah kepada kami kemenangan yang nyata.

Ya Allah ya Tuhan kami, negeri kami adalah negeri terbesar muslim di dunia, namun kami terlalu lemah ya Allah, berikanlah kepada kami kekuatan dan keberanian untuk menentukan nasib diri kami sendiri di bawah lindungan ridha-Mu ya Allah.

Ya Allah ya Tuhan kami, berikanlah kepada kami pemimpin yang kuat, jujur, berani dan adil dan hindari kami dari pemimpin yang tidak berpihak kepada kemuliaan dan keagungan agama kami.

Ya Allah laknatlah orang-orang yang memusuhi kami, hancurkanlah orang-orang yang memerangi kami dan berikanlah kemenangan kepada kami.

 

UNDUH file pdf

 

Previous Post

Amalan 10 hari pertama Dzulhijjah

Next Post

PROFETIKA KURBAN: KESEIMBANGAN PERADABAN MANUSIA

Next Post
Khutbah Jumat: Puasa dan Syahwat Haram

PROFETIKA KURBAN: KESEIMBANGAN PERADABAN MANUSIA

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Home
  • Organisasi
  • Anggota
  • Kabar Persyarikatan
  • Artikel
  • Tokoh
  • Video

© 2023 PCM - Muhammadiyah Wiradesa.

No Result
View All Result
  • Home
  • Organisasi
    • Profil
    • Anggota Pimpinan Cabang
    • Ideologi dan Pedoman
    • Majelis dan Lembaga
    • Organisasi Otonom
    • Amal Usaha
      • Ibadah (masjid dan mushalla)
      • Pendidikan (madrasah, pesantren)
      • Kesehatan
      • Ekonomi
    • Data tanah wakaf
    • Ranting
  • Anggota
    • Data Anggota
    • Registrasi Anggota Wiradesa
    • Pendaftaran KTAM online
  • Kabar Persyarikatan
  • Artikel
    • Hukum Islam
    • Tanya Jawab Agama
    • Kultum
    • Khutbah Jumat
    • Khutbah Id
    • Khutbah Gerhana
    • Khutbah Istisqa
  • Tokoh
  • Video

© 2023 PCM - Muhammadiyah Wiradesa.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist