WIRADESA – Masjid Sabilillah Mrican Kepatihan terus mengistiqomahkan syiar sosial melalui program “Jumat Berkah Nasi Bungkus”. Uniknya, seluruh hidangan yang dibagikan merupakan hasil masakan dan bungkus tangan langsung oleh ibu-ibu jamaah Masjid Sabilillah, sebuah wujud kemandirian dan kebersamaan warga setempat.
Kegiatan yang rutin dilakukan setiap pekan ini berfokus pada pembagian nasi bungkus kepada para jamaah dan warga yang membutuhkan. Namun, sebagai variasi dan upaya mempererat silaturahmi, pengelola masjid juga menyelenggarakan format prasmanan yang digelar satu bulan sekali di area masjid. Ketua Ta’mir Masjid Sabilillah Mrican Kepatihan, Bapak H. Mulyono, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh elemen yang telah menyokong keberlangsungan program ini.

“Kami haturkan Jazakallah Khairan Katsirankepada para donatur dan semua pihak yang telah ikut serta dalam program kebaikan Jumat Berkah ini. Tanpa dukungan dan kepercayaan dari para dermawan, kegiatan ini tentu tidak akan bisa berjalan seistiqomah sekarang,” ujar H. Mulyono saat ditemui di sela-sela kegiatan. Beliau berharap program ini dapat terus menjadi ladang pahala dan memperkuat ukhuwah islamiyah di lingkungan Mrican Kepatihan.
Di sisi lain, kesibukan di area dapur masjid dimulai sejak pagi buta. Ibu Nartin, selaku kepala dapur Masjid Sabilillah, menjelaskan bahwa pemilihan bahan hingga proses pengemasan dilakukan dengan standar kebersihan dan kasih sayang.
“Ibu-ibu jamaah di sini sangat semangat. Kami menganggap setiap bungkus nasi yang kami siapkan adalah bentuk pengabdian. Meskipun melelahkan karena harus memasak dalam jumlah besar, ada rasa bahagia tersendiri saat melihat nasi ini habis dinikmati jamaah,” tutur Ibu Nartin.
Program Jumat Berkah Masjid Sabilillah kini telah menjadi simbol kepedulian sosial di wilayah Wiradesa. Kehadiran ibu-ibu jamaah sebagai penggerak utama di dapur umum membuktikan bahwa masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah ritual, tetapi juga menjadi pusat pemberdayaan dan solusi sosial bagi masyarakat sekitar.
kontributor : ridho (PRM Kepatihan 2)
