WIRADESA – Suasana di Pesantren Muhammadiyah Darul Arqam Wiradesa tampak berbeda pada Selasa (3/2/2026). Ratusan santri dan pelajar berkumpul dengan antusiasme tinggi untuk menyalurkan hak suara mereka dalam Pemilihan Ketua dan Sekretaris Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) MTs Muhammadiyah Wiradesa periode 2026/2027. Gelaran ini bukan sekadar rutinitas organisasi, melainkan pengejawantahan nilai demokrasi di lingkungan pendidikan Islam.
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hari ini merupakan bagian inti dari proses regenerasi kepemimpinan. Dua pasangan calon (paslon) terbaik telah melewati serangkaian seleksi ketat sebelum akhirnya berhadapan di surat suara. Pasangan nomor urut 1 menampilkan duet Abu Malik Kamal An-Najah sebagai calon ketua dan Novita Astrid Maulia sebagai calon sekretaris. Sementara itu, pasangan nomor urut 2 diwakili oleh Fathir Ahmad Azzamy bersama Dyah Qurrota Ayun.

Prosesi yang Transparan dan Tertib
Panitia pemilihan memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai asas Luber Jurdil (langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil). Mulai dari bilik suara hingga kotak suara, semua disiapkan untuk memberikan pengalaman berdemokrasi yang otentik bagi para siswa.
Kepala Madrasah MTs Muhammadiyah Wiradesa, dalam sambutannya, menekankan bahwa ajang ini adalah wadah pembelajaran bagi santri untuk memahami pentingnya kepemimpinan yang amanah.
“Kami ingin mencetak kader yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas dalam memimpin. Siapa pun yang terpilih nanti, mereka adalah representasi dari suara seluruh pelajar di sini. Ini adalah latihan nyata menjadi warga negara yang bertanggung jawab,” ujar beliau di sela-sela pemantauan lokasi pemungutan suara.
Persaingan Sehat Dua Pasangan Calon
Kedua paslon membawa visi dan misi yang kompetitif. Paslon 1, Abu Malik dan Novita, menitikberatkan pada penguatan literasi digital santri. Di sisi lain, Paslon 2, Fathir dan Dyah, mengusung program unggulan berupa pengembangan kreativitas seni dan olahraga berbasis akhlakul karimah.
Antusiasme pemilih terlihat dari antrean yang mengular namun tetap tertib. Salah satu santri yang memberikan suara menyatakan rasa bangganya bisa terlibat dalam menentukan arah organisasi selama satu tahun ke depan. “Debat sebelumnya sangat seru, jadi saya sudah punya pilihan mantap siapa yang menurut saya bisa membawa IPM lebih maju,” ungkapnya.

Harapan untuk Kepengurusan Baru
Pemilihan ini diharapkan menjadi momentum bangkitnya semangat baru di tubuh IPM MTs Muhsa. Dengan kepengurusan periode 2026/2027 yang akan segera terbentuk, organisasi ini diharapkan mampu menjadi ujung tombak dalam pembinaan karakter pelajar yang berkemajuan.
Ketua panitia pelaksana menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang menjaga kondusivitas selama acara berlangsung. “Alhamdulillah, tidak ada kendala berarti. Keamanan terjaga dan semangat sportivitas antar pendukung pasangan calon patut diacungi jempol,” tambahnya.
Melalui suksesi ini, IPM MTs Muhsa kembali membuktikan bahwa tradisi berorganisasi di Muhammadiyah tetap kokoh dan relevan dalam menjawab tantangan zaman, sembari tetap berpijak pada nilai-nilai keislaman yang moderat dan demokratis.

