DELEGTUKANG, WIRADESA – Kontingen MI Muhammadiyah Delegtukang berhasil mengukir sejarah baru dalam dunia pendidikan dasar di wilayahnya. Melalui perjuangan sengit di ajang bergengsi Al-Bayan Championship 2026, sekolah ini resmi dinobatkan sebagai Juara Umum setelah menyapu bersih berbagai gelar juara di kategori sains, matematika, hingga keagamaan pada Sabtu (7/2/2026).
Kemenangan ini diraih setelah para delegasi MI Muhammadiyah Delegtukang menunjukkan dominasi poin yang signifikan dibandingkan puluhan sekolah peserta lainnya. Prestasi ini sekaligus mempertegas posisi sekolah tersebut sebagai salah satu lumbung talenta berprestasi di tingkat daerah.

Sapu Bersih Podium Utama
Sejak kompetisi dimulai pada pagi hari, aura kemenangan sudah mulai terasa saat babak final kategori sains dan matematika berlangsung. Di cabang Lomba Matematika, Najah Ghaliya Fardian tampil memukau dan berhasil meraih Juara 1 setelah menyingkirkan lawan-lawannya dengan skor yang meyakinkan.
Ketajaman akademik siswa MI Muhammadiyah Delegtukang kian teruji di cabang Lomba Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Tidak tanggung-tanggung, dua posisi podium tertinggi berhasil diamankan sekaligus. Wilda Makaila Iryanto keluar sebagai Juara 1, disusul oleh Aqila Khairin Azzalia yang menempati posisi Juara 2. Keberhasilan menyandingkan dua gelar di satu cabang ini menjadi faktor kunci yang mendongkrak akumulasi poin sekolah menuju gelar Juara Umum.
Tak hanya kuat di bidang sains, aspek religiusitas dan kerja sama tim juga dibuktikan oleh regu Lomba Cerdas Cermat (LCC) PAI. Tim yang beranggotakan Hasna Widya Fakhira, Aufaira Nur Afifah, dan Adzkia Naura Zafarani berhasil menempati posisi Juara 3. Meski harus puas di peringkat ketiga, sumbangsih poin dari sektor ini sangat vital dalam memastikan trofi bergilir Al-Bayan tetap berlabuh di Delegtukang.
Buah Ketekunan dan Persiapan Matang
Keberhasilan ini disambut haru oleh seluruh civitas akademika. Kepala MI Muhammadiyah Delegtukang, dalam keterangannya di lokasi perlombaan, menyatakan bahwa prestasi ini merupakan hasil dari proses panjang yang dilakukan secara konsisten oleh para guru pembimbing dan semangat pantang menyerah dari para siswa.
“Alhamdulillah, hari ini kami menyaksikan buah dari kerja keras anak-anak. Gelar Juara Umum di Al-Bayan Championship 2026 ini bukan sekadar piala, melainkan bukti bahwa dengan pendampingan yang tepat dan doa yang tulus, potensi anak-anak bisa meledak di panggung besar. Kami sangat bangga dengan Najah, Wilda, Aqila, dan tim LCC kami,” ujar Kepala Sekolah dengan rasa bangga.
Beliau juga menambahkan bahwa persiapan untuk ajang ini telah dilakukan sejak beberapa bulan terakhir melalui program intensif yang dibentuk internal sekolah. Hal ini dilakukan untuk mengasah mental kompetisi siswa agar tidak canggung saat berhadapan dengan lawan dari sekolah lain.

Inspirasi Bagi Siswa Lain
Kemenangan ini diharapkan tidak hanya berhenti sebagai seremoni sesaat. Pihak sekolah berharap keberhasilan Najah dan kawan-kawan dapat memotivasi siswa lain untuk berani mengeksplorasi bakat mereka, baik di bidang akademik maupun non-akademik.
“Prestasi ini adalah milik seluruh warga sekolah. Kami berharap ini menjadi pemantik bagi adik-adik kelas mereka bahwa prestasi bisa diraih oleh siapa saja yang mau berusaha,” tambah salah satu koordinator lomba, saat ditemui usai penyerahan piala.
Penutupan Al-Bayan Championship 2026 ditandai dengan penyerahan trofi Juara Umum kepada kontingen MI Muhammadiyah Delegtukang di atas panggung utama. Sorak-sorai dukungan dari para wali murid dan rekan siswa yang hadir menambah semarak suasana kemenangan di Sabtu sore yang cerah tersebut.

