KENDAL – Gemuruh suara perkusi dan tiupan melodis pianika di GOR Bahurekso Kendal menjadi saksi bisu kembalinya kejayaan unit drumband TK ABA Gumawang Wiradesa. Dalam perhelatan bergengsi Kendal Drum Kids Competition #5 yang berlangsung, unit drumband asal Kabupaten Pekalongan tersebut sukses mengamankan posisi Juara Umum 1 sekaligus memastikan Piala Bergilir tetap menetap di sekolah mereka.
Kemenangan ini memperpanjang catatan emas sekolah yang dikenal dengan sebutan “Bintang Kecil” dari Wiradesa tersebut. Tampil di kategori Konser Lanjutan, anak-anak usia dini ini menunjukkan kelasnya dengan performa yang tidak hanya teknis, tetapi juga penuh dengan estetika visual yang menghipnotis dewan juri serta penonton yang memadati tribun.
Dominasi di Seluruh Lini Penilaian
Kemenangan TK ABA Gumawang bukan diraih dengan keberuntungan semata. Mereka tampil dominan dengan menyapu bersih hampir seluruh kategori penilaian utama. Ketajaman harmoni dan teknis permainan membawa mereka meraih Juara 1 Music Analyst. Tak hanya dari segi suara, kepemimpinan di lapangan juga mendapat apresiasi tertinggi dengan diraihnya Juara 1 Field Commander.
Kekuatan visual dan koreografi juga menjadi poin kunci. Unit ini berhasil menyabet Juara 1 General Effect dan Juara 2 Color Guard. Akumulasi poin yang sangat tinggi dari kategori-kategori tersebut secara otomatis menobatkan mereka sebagai Juara Umum 1 Kategori Konser Lanjutan.

Konsistensi “Sang Juara Bertahan”
Prestasi di Kendal ini bukanlah kebetulan. Ini merupakan bukti nyata konsistensi pembinaan ekstrakurikuler di TK ABA Gumawang. Sebelum berjaya di GOR Bahurekso, unit ini telah lebih dulu mengukir sejarah dengan memenangi Walikota Cup Pekalongan 2025 dan ajang bergengsi CresTPaC pada awal tahun 2026.
Pelatih tim TK ABA Gumawang menyatakan bahwa tantangan terbesar tahun ini adalah beban mental untuk mempertahankan gelar.
“Kemenangan ini adalah buah dari latihan disiplin selama berbulan-bulan. Mempertahankan gelar juara jauh lebih sulit daripada meraihnya, namun anak-anak membuktikan bahwa dengan kerja keras dan dukungan penuh orang tua, kita bisa membawa pulang kembali Piala Bergilir ini ke Wiradesa,” ungkap sang pelatih dengan nada bangga di sela-sela perayaan kemenangan.
Sinergi dan Dukungan “Militan” Orang Tua
Selain faktor teknis di lapangan, keberhasilan ini tidak lepas dari ekosistem pendukung yang kuat. Sepanjang perlombaan, dukungan dari para wali murid terlihat sangat masif. Teriakan semangat dan tepuk tangan meriah dari tribun GOR Bahurekso seolah menjadi energi tambahan bagi para pemain kecil tersebut untuk tampil tanpa beban.
Kepala Sekolah TK ABA Gumawang menegaskan bahwa sinergi antara pihak sekolah dan orang tua adalah kunci utama di balik mental juara para siswa.
“Kami sangat terharu melihat perjuangan anak-anak. Sinergi antara sekolah dan dukungan penuh orang tua menjadi ‘bahan bakar’ utama bagi anak-anak untuk tampil percaya diri. Ini adalah kerja tim yang luar biasa,” tutur Kepala Sekolah TK ABA Gumawang saat mendampingi anak didiknya menerima piala.
Pesan Jelas: Belum Ingin Turun Takhta
Dengan kembalinya trofi bergilir ke lemari prestasi sekolah di Wiradesa, TK ABA Gumawang mengirimkan pesan kuat kepada para pesaingnya di dunia drumband tingkat taman kanak-kanak. Keberhasilan mempertahankan gelar juara umum tiga kali berturut-turut di ajang yang berbeda membuktikan bahwa mereka adalah unit yang patut diperhitungkan secara nasional.
Kini, “Bintang Kecil” dari Wiradesa itu pulang dengan kepala tegak. Di Wiradesa, drumband bukan lagi sekadar kegiatan tambahan, melainkan sebuah warisan prestasi dan identitas yang terus dijaga apinya agar tetap membara di masa depan.


