Saturday, July 11, 2026
  • Login
Muhammadiyah Wiradesa
  • Home
  • Organisasi
    • Profil
    • Anggota Pimpinan Cabang
    • Ideologi dan Pedoman
    • Majelis dan Lembaga
    • Organisasi Otonom
    • Amal Usaha
      • Ibadah (masjid dan mushalla)
      • Pendidikan (madrasah, pesantren)
      • Kesehatan
      • Ekonomi
    • Data tanah wakaf
    • Ranting
  • Anggota
    • Data Anggota
    • Registrasi Anggota Wiradesa
    • Pendaftaran KTAM online
  • Kabar Persyarikatan
  • Artikel
    • Hukum Islam
    • Tanya Jawab Agama
    • Kultum
    • Khutbah Jumat
    • Khutbah Id
    • Khutbah Gerhana
    • Khutbah Istisqa
  • Tokoh
  • Video
  • Home
  • Organisasi
    • Profil
    • Anggota Pimpinan Cabang
    • Ideologi dan Pedoman
    • Majelis dan Lembaga
    • Organisasi Otonom
    • Amal Usaha
      • Ibadah (masjid dan mushalla)
      • Pendidikan (madrasah, pesantren)
      • Kesehatan
      • Ekonomi
    • Data tanah wakaf
    • Ranting
  • Anggota
    • Data Anggota
    • Registrasi Anggota Wiradesa
    • Pendaftaran KTAM online
  • Kabar Persyarikatan
  • Artikel
    • Hukum Islam
    • Tanya Jawab Agama
    • Kultum
    • Khutbah Jumat
    • Khutbah Id
    • Khutbah Gerhana
    • Khutbah Istisqa
  • Tokoh
  • Video
No Result
View All Result
Muhammadiyah Wiradesa
No Result
View All Result
Home Artikel

KEHANCURAN SEBUAH BANGSA

muhwides by muhwides
July 10, 2026
in Artikel, Kabar Persyarikatan
0 0
0
KEHANCURAN SEBUAH BANGSA
0
SHARES
9
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Al-Qur’an bukan hanya menceritakan sejarah umat terdahulu, tetapi memberikan pelajaran agar manusia tidak mengulangi kesalahan yang sama. Allah mengisahkan kaum Nuh, ‘Ad, Tsamud, Madyan, kaum Luth, dan Fir’aun bukan sekadar sebagai cerita, melainkan sebagai ibrah bagi seluruh umat.
Allah berfirman:
فَاعْتَبِرُوا يَا أُولِي الْأَبْصَارِ
“Maka ambillah pelajaran, wahai orang-orang yang mempunyai pandangan.” (QS. Al-Hasyr: 2)

Beberapa sebab kehancuran sebuah bangsa:

Sebab Pertama: Meninggalkan Iman dan Takwa
Negeri akan kehilangan keberkahannya ketika manusia menjauh dari Allah. Kemajuan teknologi, kekayaan alam, dan kekuatan ekonomi tidak akan membawa kebahagiaan apabila iman dan takwa ditinggalkan.
Iman dan takwa adalah fondasi kehidupan. Ketika fondasi itu rapuh, maka apa pun yang dibangun di atasnya akan mudah roboh. Sebuah negeri mungkin memiliki sumber daya alam yang melimpah, kecanggihan teknologi, bahkan kekuatan militer yang besar. Namun jika hati manusia dipenuhi keserakahan, kebencian, dan jauh dari Allah, maka semua kelebihan itu tidak akan mendatangkan ketenteraman.
Allah berfirman:
إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra’d: 11)
Perubahan menuju kebaikan harus dimulai dari diri sendiri, keluarga, kemudian masyarakat.

Sebab Kedua: Kezaliman
Kezaliman adalah meletakkan sesuatu bukan pada tempatnya dan merampas hak orang lain. Ia dapat terjadi dalam berbagai bentuk, mulai dari ucapan yang menyakiti, penipuan dalam perdagangan, hingga penyalahgunaan kekuasaan. Apa pun bentuknya, kezaliman akan melahirkan kebencian, memutus persaudaraan, dan menghilangkan keberkahan hidup.
Islam mengajarkan bahwa keadilan harus dimulai dari lingkungan yang paling dekat. Berlaku adillah kepada pasangan, kepada anak-anak, kepada tetangga, kepada pelanggan, dan kepada siapa pun yang berinteraksi dengan kita. Jangan sampai kita menuntut keadilan dari orang lain, tetapi lupa berlaku adil kepada orang-orang yang menjadi tanggung jawab kita sendiri.
Kezaliman adalah penyebab utama runtuhnya suatu bangsa.
Allah berfirman:
وَمَا كَانَ رَبُّكَ لِيُهْلِكَ الْقُرَىٰ بِظُلْمٍ وَأَهْلُهَا مُصْلِحُونَ
“Dan Tuhanmu tidak akan membinasakan suatu negeri secara zalim selama penduduknya masih berbuat kebaikan.” (QS. Hud: 117)
Rasulullah ﷺ bersabda:
اتَّقُوا الظُّلْمَ، فَإِنَّ الظُّلْمَ ظُلُمَاتٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
“Jauhilah kezaliman, karena kezaliman akan menjadi kegelapan pada hari kiamat.”(HR. Muslim)
Kezaliman tidak hanya dilakukan oleh penguasa. Seorang suami yang menzalimi istri, orang tua yang mengabaikan anak, pedagang yang menipu, pegawai yang tidak jujur, semuanya termasuk bentuk kezaliman yang merusak kehidupan masyarakat.

Sebab Ketiga: Hilangnya Amanah
Allah memerintahkan:
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا
“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya.” (QS. An-Nisa’: 58)
Rasulullah ﷺ bersabda:
كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
“Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Amanah bukan hanya milik pemimpin negara. Guru, orang tua, pengusaha, pegawai, ketua RT, ketua masjid, semuanya memikul amanah yang akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah.

Sebab Keempat: Korupsi dan Memakan Harta dengan Cara Batil
Allah berfirman:
وَلَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ
“Janganlah kamu memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil.” (QS. Al-Baqarah: 188)
Rasulullah ﷺ bersabda:
لَعَنَ اللَّهُ الرَّاشِيَ وَالْمُرْتَشِيَ
“Allah melaknat pemberi suap dan penerima suap.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi)

Korupsi, suap, manipulasi, kecurangan dalam perdagangan, hingga mengambil hak orang lain adalah penyakit yang menggerogoti sebuah bangsa dari dalam.

Sebab Kelima: Kemaksiatan yang Dibiarkan
Allah berfirman:
وَاتَّقُوا فِتْنَةً لَا تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْكُمْ خَاصَّةً
“Takutlah kalian terhadap azab yang tidak hanya menimpa orang-orang zalim saja.”
(QS. Al-Anfal: 25)
Apabila kemaksiatan dibiarkan, dosa menjadi sesuatu yang dianggap biasa. Maka kerusakan akan meluas kepada seluruh lapisan masyarakat.
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ…
“Barang siapa melihat kemungkaran, hendaklah ia mengubahnya dengan tangannya; jika tidak mampu maka dengan lisannya; jika tidak mampu maka dengan hatinya, dan itulah selemah-lemahnya iman.” (HR. Muslim).

NN

Previous Post

Semarak Milad ke-109 Aisyiyah, PCA Wiradesa Bersama Klinik Pratama Aisyiyah dan Lazismu KL Wiradesa Gelar Khitan Massal Perkokoh Dakwah Kemanusiaan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Home
  • Organisasi
  • Anggota
  • Kabar Persyarikatan
  • Artikel
  • Tokoh
  • Video

© 2023 PCM - Muhammadiyah Wiradesa.

No Result
View All Result
  • Home
  • Organisasi
    • Profil
    • Anggota Pimpinan Cabang
    • Ideologi dan Pedoman
    • Majelis dan Lembaga
    • Organisasi Otonom
    • Amal Usaha
      • Ibadah (masjid dan mushalla)
      • Pendidikan (madrasah, pesantren)
      • Kesehatan
      • Ekonomi
    • Data tanah wakaf
    • Ranting
  • Anggota
    • Data Anggota
    • Registrasi Anggota Wiradesa
    • Pendaftaran KTAM online
  • Kabar Persyarikatan
  • Artikel
    • Hukum Islam
    • Tanya Jawab Agama
    • Kultum
    • Khutbah Jumat
    • Khutbah Id
    • Khutbah Gerhana
    • Khutbah Istisqa
  • Tokoh
  • Video

© 2023 PCM - Muhammadiyah Wiradesa.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist