Thursday, October 15, 2026
  • Login
Muhammadiyah Wiradesa
  • Home
  • Organisasi
    • Profil
    • Anggota Pimpinan Cabang
    • Ideologi dan Pedoman
    • Majelis dan Lembaga
    • Organisasi Otonom
    • Amal Usaha
      • Ibadah (masjid dan mushalla)
      • Pendidikan (madrasah, pesantren)
      • Kesehatan
      • Ekonomi
    • Data tanah wakaf
    • Ranting
  • Anggota
    • Data Anggota
    • Registrasi Anggota Wiradesa
    • Pendaftaran KTAM online
  • Kabar Persyarikatan
  • Artikel
    • Hukum Islam
    • Tanya Jawab Agama
    • Kultum
    • Khutbah Jumat
    • Khutbah Id
    • Khutbah Gerhana
    • Khutbah Istisqa
  • Tokoh
  • Video
  • Home
  • Organisasi
    • Profil
    • Anggota Pimpinan Cabang
    • Ideologi dan Pedoman
    • Majelis dan Lembaga
    • Organisasi Otonom
    • Amal Usaha
      • Ibadah (masjid dan mushalla)
      • Pendidikan (madrasah, pesantren)
      • Kesehatan
      • Ekonomi
    • Data tanah wakaf
    • Ranting
  • Anggota
    • Data Anggota
    • Registrasi Anggota Wiradesa
    • Pendaftaran KTAM online
  • Kabar Persyarikatan
  • Artikel
    • Hukum Islam
    • Tanya Jawab Agama
    • Kultum
    • Khutbah Jumat
    • Khutbah Id
    • Khutbah Gerhana
    • Khutbah Istisqa
  • Tokoh
  • Video
No Result
View All Result
Muhammadiyah Wiradesa
No Result
View All Result
Home Kabar Persyarikatan

Ghozian Fatihul Haq siswa MI Muhammadiyah Kauman Wiradesa, meraih Juara II OMI IPA Jawa Tengah dan melaju ke tingkat nasional.

muhwides by muhwides
October 14, 2026
in Kabar Persyarikatan, Pendidikan (madrasah, pesantren)
0 0
0
Ghozian Fatihul Haq menerima penghargaan prestasi di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pekalongan

Ghozian Fatihul Haq menerima penghargaan prestasi di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pekalongan

0
SHARES
46
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp
Ghozian Fatihul Haq menerima penghargaan prestasi di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pekalongan
Ghozian Fatihul Haq menerima penghargaan prestasi di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pekalongan

KAUMAN, WIRADESA — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa MI Muhammadiyah Kauman Wiradesa. Ghozian Fatihul Haq, siswa kelas 6B, berhasil meraih Juara II bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dalam ajang Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat Provinsi Jawa Tengah. Capaian tersebut mengantarkannya melaju ke tingkat nasional sekaligus membawa kebanggaan bagi keluarga, madrasah, dan Kabupaten Pekalongan.

Pada Sabtu, 10 Oktober 2026, Ghozian mengikuti kompetisi tingkat provinsi yang diselenggarakan di Purwokerto. Ia berjuang bersama dua peserta lain yang tergabung dalam kontingen Kabupaten Pekalongan. Dengan persiapan dan ikhtiar yang telah dilakukan, Ghozian berhasil menunjukkan kemampuan terbaiknya. Dalam kompetisi tersebut, ia meraih medali perak dengan peringkat keenam se-Jawa Tengah dan memastikan langkah menuju tingkat nasional.

Prestasi ini bukanlah hasil yang datang secara tiba-tiba. Di balik pencapaian tersebut, terdapat proses panjang yang dibangun melalui rasa ingin tahu, ketekunan belajar, bimbingan guru, dukungan keluarga, serta keyakinan bahwa setiap usaha perlu disertai doa dan tawakal kepada Allah Swt.

Berawal dari Ketertarikan pada IPA dan Bimbingan Guru

Ketertarikan Ghozian terhadap ilmu pengetahuan alam mulai tumbuh ketika duduk di kelas 4. Saat itu, ia bertemu dengan Ela Rahmawati, S.Pd., yang menjadi wali kelas sekaligus guru mata pelajaran IPAS. Cara mengajar yang menarik, penjelasan yang mudah dipahami, dan pembelajaran yang membangkitkan rasa ingin tahu membuat Ghozian semakin tertarik mendalami IPA.

Dari ruang kelas, tumbuh perjalanan belajar yang bermakna. Hubungan positif antara guru dan siswa berkembang menjadi kolaborasi yang produktif. Pelajaran yang semula dipelajari di kelas perlahan menjadi bidang ilmu yang ingin terus dieksplorasi oleh Ghozian.

Ketertarikan tersebut kemudian membawanya mengikuti berbagai kompetisi sains, di antaranya Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) dan Olimpiade Sains Muhammadiyah Jawa Tengah (OSMJT). Baginya, setiap perlombaan menjadi kesempatan untuk menguji kemampuan, memperluas pengetahuan, dan melatih keberanian menghadapi tantangan.

Kesungguhannya mulai membuahkan hasil ketika duduk di kelas 5. Pada 2025, Ghozian meraih Juara II bidang IPAS dalam ajang OMI. Pada tahun yang sama, ia juga lolos ke babak final OSMJT dan membawa pulang medali perunggu tingkat Jawa Tengah.

Capaian tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan belajarnya. Pengalaman berkompetisi menguatkan keyakinannya untuk terus mendalami ilmu pengetahuan alam dan memperbaiki kemampuan diri.

Kini, saat duduk di kelas 6, Ghozian kembali menunjukkan kesungguhannya dengan meraih Juara II OMI tingkat Provinsi Jawa Tengah bidang IPA dan melangkah menuju kompetisi nasional. Perjalanan ini memperlihatkan bahwa prestasi bukanlah hasil dari satu kali usaha, melainkan buah dari proses belajar berkelanjutan, latihan, pengalaman, dan kemauan untuk terus berkembang.

Kontingen OSMJT Season 5 tahun 2026 dari MI Muhammadiyah Kauman di Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Kontingen MIM Kauman pada Final OSMJT 2026

Dukungan Orang Tua Menguatkan Perjalanan Prestasi Ghozian

Perjalanan prestasi Ghozian tidak hanya berlangsung di madrasah. Rumah menjadi ruang belajar kedua yang turut menguatkan langkahnya.

Ghozian merupakan putra pasangan Masromin dan Nur Afidah yang berdomisili di Pekuncen, Wiradesa. Ia adalah anak kedua dari dua bersaudara dan memiliki seorang kakak bernama Aisha Azyan Ayuningtyas.

Sang ayah, Masromin, merupakan lulusan sarjana teknik kimia. Latar belakang pendidikannya menjadi salah satu kesempatan bagi Ghozian untuk berdiskusi, bertanya, dan memperdalam pemahaman tentang ilmu pengetahuan alam, termasuk kimia dan fisika.

Dukungan ayah bukan semata-mata berupa bantuan menjawab soal, tetapi juga membuka ruang bagi Ghozian untuk bertanya dan mengeksplorasi pengetahuan. Rasa ingin tahu yang mendapat ruang untuk tumbuh menjadi salah satu bekal penting dalam perjalanan belajarnya.

Sementara itu, sang ibu, Nur Afidah, yang berlatar belakang pendidikan kebidanan, turut berperan dalam mendidik dan membimbing Ghozian agar tumbuh sebagai anak yang berakhlak baik dan dekat dengan agama. Pendidikan di rumah tidak hanya diarahkan pada keberhasilan akademik, tetapi juga pembentukan karakter, kedisiplinan beribadah, dan keteguhan hati.

Keberhasilan Ghozian menjadi gambaran bahwa prestasi tidak tumbuh dari satu pihak saja. Ada ikhtiar dari diri siswa, dukungan dan doa orang tua, pendampingan guru, lingkungan madrasah yang mendukung, serta pertolongan Allah Swt. yang menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan tersebut.

Kontingen MI Muhammadiyah Kauman mengikuti final Olimpiade Sains Muhammadiyah Jawa Tengah (OSMJT) Season 5 tahun 2026 di Universitas Muhammadiyah Purwokerto, 10 Oktober 2026.
Ghozian Fatihul Haq, siswa kelas 6B MI Muhammadiyah Kauman Wiradesa, menunjukkan semangat untuk terus belajar dan berjuang setelah meraih Juara II OMI bidang IPA tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Menjadikan Al-Qur’an sebagai Landasan dalam Menuntut Ilmu

Di balik kesungguhannya mempelajari IPA, Ghozian memiliki prinsip hidup yang mengesankan untuk anak seusianya. Baginya, mendekatkan diri kepada Allah Swt. dan mempelajari Al-Qur’an merupakan landasan penting dalam menjalani kehidupan, termasuk dalam menuntut ilmu.

Ia meyakini bahwa kesungguhan mempelajari Al-Qur’an dan mendekatkan diri kepada Allah Swt. dapat menjadi jalan untuk memohon kemudahan dalam mempelajari ilmu-ilmu lainnya.

Prinsip tersebut tercermin dalam kebiasaannya menjaga ibadah. Selain berusaha melaksanakan ibadah wajib, Ghozian juga membiasakan diri menjalankan ibadah sunah. Ia berupaya menjaga kebiasaan beriktikaf pada sepuluh malam terakhir Ramadan. Bahkan ketika kondisi tubuh kurang sehat, ia tetap berusaha menjaga ibadah sesuai dengan kemampuannya. Doa dan zikir setelah salat juga menjadi bagian penting dalam kesehariannya.

Bagi Ghozian, belajar dan beribadah bukanlah dua hal yang terpisah. Keduanya berjalan beriringan. Ikhtiar dilakukan dengan sungguh-sungguh, sementara hasilnya diserahkan kepada Allah Yang Maha Berkehendak.

Prinsip yang dipegangnya sederhana, tetapi bermakna mendalam: mendekatkan diri kepada Allah, menjaga ibadah, dan terus berusaha dalam menuntut ilmu. Nilai ini menunjukkan bahwa kecerdasan akademik dapat berjalan seiring dengan pembentukan karakter dan kekuatan spiritual.

Kepala Madrasah Apresiasi Prestasi Ghozian Fatihul Haq

Kepala MI Muhammadiyah Kauman Wiradesa, Muhammad Sukron, S.Pd.I., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas capaian yang diraih Ghozian.

“Alhamdulillah, kami bersyukur atas prestasi yang diraih Ghozian Fatihul Haq. Capaian ini menjadi kebanggaan bagi madrasah dan Kabupaten Pekalongan, sekaligus menjadi motivasi bagi seluruh siswa untuk terus mengembangkan potensi yang dimiliki. Kami meyakini bahwa prestasi tidak lahir secara instan, tetapi melalui proses, kedisiplinan, pendampingan, dukungan orang tua, dan doa. Semoga keberhasilan ini menjadi langkah awal untuk meraih prestasi yang lebih tinggi di tingkat nasional, tanpa melupakan adab, akhlak, dan nilai-nilai Al-Qur’an,” ungkapnya.

Ia berharap keberhasilan Ghozian dapat menumbuhkan semangat belajar bagi siswa lainnya. Setiap anak memiliki potensi yang berbeda dan perlu mendapatkan kesempatan untuk berkembang sesuai dengan minat serta kemampuannya.

Ela Rahmawati: Menemani Rasa Ingin Tahu hingga Menjadi Prestasi

Sebagai guru yang mengenal ketertarikan Ghozian sejak kelas 4, Ela Rahmawati, S.Pd., melihat rasa ingin tahu sebagai salah satu modal penting dalam proses belajar.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan bangga atas pencapaian Ghozian. Saya mengenal ketertarikannya pada IPA sejak kelas 4. Ia memiliki rasa ingin tahu dan kemauan untuk terus belajar. Tentu, perjalanan ini membutuhkan proses, latihan, kesabaran, dan konsistensi. Tugas kami sebagai guru adalah mendampingi, mengarahkan, serta membantu siswa mengembangkan potensi terbaiknya. Dukungan keluarga juga sangat berarti dalam proses ini. Semoga Ghozian terus menjaga semangat belajarnya, tetap rendah hati, dan diberikan kelancaran dalam menghadapi kompetisi tingkat nasional,” tuturnya.

Bagi seorang guru, keberhasilan siswa bukan hanya tentang hasil akhir yang diumumkan di podium. Ada kebahagiaan tersendiri ketika melihat anak yang dahulu mulai tertarik pada sebuah pelajaran, kini mampu melangkah lebih jauh dan membawa hasil dari proses panjang yang telah dijalaninya.

Prestasi Ghozian menjadi pengingat bahwa ketika rasa ingin tahu bertemu dengan bimbingan yang tepat dan dukungan yang kuat, kesempatan untuk berkembang akan semakin terbuka.

Ghozian Fatihul Haq: Terus Belajar, Berdoa, dan Berusaha

Di balik prestasi yang diraih, Ghozian tetaplah seorang siswa yang sedang menempuh perjalanan panjang dalam belajar. Baginya, pencapaian ini bukan akhir, melainkan kesempatan untuk terus memperbaiki diri dan menambah ilmu.

“Saya bersyukur kepada Allah Swt. Terima kasih kepada Ayah dan Ibu yang selalu mendukung dan mendoakan saya, kepada Bu Ela yang telah membimbing saya, serta kepada kepala madrasah dan semua guru di MIM Kauman yang selalu memberikan dukungan. Saya ingin terus belajar, memperdalam ilmu IPA, dan memberikan hasil terbaik di tingkat nasional. Saya juga berharap bisa terus menjaga ibadah dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan. Semoga Allah memberikan kemudahan dan hasil yang terbaik,” ungkap Ghozian.

Baginya, prestasi yang diraih bukan alasan untuk berpuas diri. Masih ada ilmu yang perlu dipelajari, tantangan yang perlu dihadapi, dan kesempatan untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Melangkah ke Tingkat Nasional, Membawa Doa dan Harapan

Perjalanan Ghozian Fatihul Haq menjadi bukti bahwa prestasi akademik dapat tumbuh berdampingan dengan pendidikan karakter dan nilai-nilai religius. Ketertarikan pada IPA yang tumbuh sejak kelas 4, prestasi di kelas 5, pendampingan guru, dukungan orang tua, serta ikhtiar yang disertai doa menjadi bagian dari perjalanan yang mengantarkannya hingga tingkat provinsi.

Kini, langkah berikutnya telah menanti. Kompetisi tingkat nasional menjadi tantangan baru sekaligus kesempatan untuk belajar lebih banyak, mengasah kemampuan, dan membawa nama baik madrasah serta Kabupaten Pekalongan.

MI Muhammadiyah Kauman Wiradesa berharap Ghozian dapat mempersiapkan diri dengan baik, menjaga kesehatan, tetap rendah hati, dan terus bersemangat dalam menuntut ilmu.

Sebab, pada akhirnya, prestasi bukan hanya tentang seberapa tinggi seseorang berdiri di podium, melainkan juga tentang proses yang ditempuh, nilai yang dijaga, dan manfaat yang kelak dapat diberikan kepada sesama.

Semoga Allah Swt. senantiasa memberikan kemudahan, kelancaran, dan hasil terbaik bagi Ghozian Fatihul Haq dalam perjuangannya di tingkat nasional. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

Tags: Ghozian Fatihul HaqKabupaten PekalonganMI Muhammadiyah KaumanMIM Kauman WiradesaOlimpiade Madrasah Indonesiaolimpiade sainsOMI IPAPendidikan Muhammadiyahprestasi siswa madrasahsiswa berprestasi
Previous Post

WIRADESA KINI MEMILIKI 14 RANTING MUHAMMADIYAH, PRM WARU KIDUL RESMI TERBENTUK

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Home
  • Organisasi
  • Anggota
  • Kabar Persyarikatan
  • Artikel
  • Tokoh
  • Video

© 2023 PCM - Muhammadiyah Wiradesa.

No Result
View All Result
  • Home
  • Organisasi
    • Profil
    • Anggota Pimpinan Cabang
    • Ideologi dan Pedoman
    • Majelis dan Lembaga
    • Organisasi Otonom
    • Amal Usaha
      • Ibadah (masjid dan mushalla)
      • Pendidikan (madrasah, pesantren)
      • Kesehatan
      • Ekonomi
    • Data tanah wakaf
    • Ranting
  • Anggota
    • Data Anggota
    • Registrasi Anggota Wiradesa
    • Pendaftaran KTAM online
  • Kabar Persyarikatan
  • Artikel
    • Hukum Islam
    • Tanya Jawab Agama
    • Kultum
    • Khutbah Jumat
    • Khutbah Id
    • Khutbah Gerhana
    • Khutbah Istisqa
  • Tokoh
  • Video

© 2023 PCM - Muhammadiyah Wiradesa.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist